IMLEK 2026: MENYONGSONG TAHUN KUDA API YANG MEMBARA DENGAN SEMANGAT DAN KEBERANIAN
Selasa 17 Februari 2026, kumunitas Tionghoa diseluruh dunia akan merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzii. Perayaan ini bukan hanya sekedar pergantian tahun tapi sebuah tradisi yang sangat erat kaitannya dengan makna budaya, simbolisme, dan prosesi ritual bagi umat Tionghoa yang menyangkut kehidupan manusia. Imlek tahun ini menandai dimulainya semangat keberanian, kecepatan, serta peluang baru yang dilambangkan dengan simbol Kuda Api dalam astrologi Tionghoa. Tahun baru Imlek 2577 Kongzii ini didapat dari penjumlahan tahun masehi dan tahun kelahiran Konghucu (Nabi Kongzi)| yaitu 551 SM. Kalender ini dinilai mebawa kesejahteraan karena memahami tentang berputarnya bumi dan bulan. Tahun Imlek tidak akan pernah maju karena dikonfeksi supaya tahu musim tanam dan pasang surutnya laut agar bisa disesuaikan.
Perayaan Imlek dimulai dari membersihkan diri (lahir maupun batin), membersihkan rumah, dan tempat ibadah. Seperti di Kelenteng Poo An Kiong, untuk persiapan Imlek semua pengurus Kelenteng menggelar ritual memandikan Kim Sin. Sebuah ritual yang menjadi simbol penyucian dan pertanda dimulainya ibadah. Kim Sin bukanlah patung yang disembah melainkan simbol – simbol bijak yang menjadi teladan dalam ajaran agama. Dalam Kelenteng Poo An Kiong terdapat 14 Kim Sin, puluhan patung dewa itu dibersihkan dengan menggunakan kuas hingga kain lap kemudian dicuci dengan air bunga satu per satu. Setelah dibersihkan dan dikeringkan patung –patung itu ditata kembali ke tempat semula, tak hanya patung semua jemaat juga membersihkan seluruh ruangan yang ada dalam klenteng. (Ahmad, Satrio, & Hendrawan, 2026)
Prosesi selanjutnya dimulai dengan mendekorasi rumah dan tempat ibadah. Ditempat ibadah terdapat beberapa dekorasi seperti Lentera merah (Melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan), Karangan bunga (Simbol pertumbuhan dan kesuksesan), Hiasan kertas merah (Fu) Kata “Fu” berarti keberuntungan, ditempel di pintu atau jendela agar keberuntungan masuk ke rumah dan buat –buahan yang diletakan untuk sesaji. (Universitas Negeri Surabaya, 2026) Buah ini meliputi apel, per, pisang, nanas, dan buah –buah lainnya yang mempunyai estetika sopan dan indah sebagai simbol permohonan. Selain itu, didalam sembahyang umat wajib mempersembahkan sebagai wujud hormat bakti yaitu kue keranjang yang memiliki makna filosofis seperti kue wajik kerucut (kesuksesan), kue mangkok (kedudukan) disimbolkan setiap orang memiliki harkat dan martabat yang harus dijaga, kue mekar (rezeki) sebagai simbol permohonan berkah rezeki yang berlimpah dan kue tok merah simbol sehat dan umur panjang.
Prosesi dalam perayaan Imlek yang juga memiliki makna dan simbolis yang penting dan hangat yaitu lebih dikenal dengan makan malam tahun baru (Reunion Dinner) dimana seluruh anggota keluarga berkumpul untuk menikmati hidangan khas seperti Ikan (Melambangkan surplus dan rezeki yang berlimpah), Kue keranjang (Simbol manisnya kehidupan dan kemajuan), Mie panjang umur (melambangkan umur panjang dan kesehatan). Prosesi ini menurut kepercayaan Tionghoa sangat penting karena keluarga adalah elemen terkecil dalam kehidupan dunia maka harus dijaga kebersamaan dan keharmonisannya.
Perayaan Imlek juga identik dengan pemberian angpao, pertunjukan barongsai dan pawai budaya. Pemberin angpao (pemberian hadiah) berisikan uang untuk diberikan kepada anak-anak dan anggota keluarga sebagai simbol keberuntungan dan doa baik, Barongsai untuk menyambut energi positif dan mengusir roh jahat sedangkan Pawai Budaya untuk memperkuat rasa kebersamaan dan identitas budaya. Tak lupa Perayaan rangkaian Imlek ini ditutup dengan festival lentera atau yang lebih dikenal dengan Cap Go Meh, doa bagi keluarga, dan simbolisasi penyelesaian tahun baru secara penuh. (Universitas Negeri Surabaya, 2026)
Pada intinya perayaan tahun baru Imlek ini bukan sekedar peralihan kalender melainkan memulai kehidupan yang baru dan bersiap membersihkan hati, fikiran dan selalu merasa bersyukur kepada tuhan atas semua berkah yang sudah diberikan. Memperbarui diri sebagai manusia berarti harus tau kelemahan dan kesalahan apa yang sudah diperbuat dan selalu mengevaluasi diri ke arah yang lebih baik. Selamat hari raya Imlek 2026 Gong Xi Fa Cai.
Narasumber: Endang Titis Bodro Triwarsi
Ahmad, I. K., Satrio, F. A., & Hendrawan, L. S. (2026, Februari 17). Klenteng Poo An Kiong Blitar: Bangunan Baru, Harapan Baru untuk Imlek 2026. Retrieved from Times Indonesia: https://timesindonesia.co.id/peristiwa-daerah/578405/klenteng-poo-an-kiong-blitar-bangunan-baru-harapan-baru-untuk-imlek-2026
Universitas Negeri Surabaya. (2026, Februari 4). Perayaan Imlek 2026: Prosesi, Makna, dan Kajian Ilmiah di Tahun Kuda Api. Retrieved from Universitas Negeri Surabaya: https://s3pendsains.fmipa.unesa.ac.id/post/perayaan-imlek-2026-prosesi-makna-dan-kajian-ilmiah-di-tahun-kuda-api
Berita Populer
by Administrator | 06 Oct 2020
by Administrator | 06 Oct 2020
by Administrator | 06 Oct 2020
by Administrator | 06 Oct 2020
by Administrator | 15 Jul 2020
by Administrator | 06 Oct 2020