Tradisi Bersih Desa Gedog Kembali Digelar, Refleksi Syukur dan Upaya Menjaga Kearifan Lokal
Gedog, Blitar — Warga RW 09 Kelurahan Gedog kembali menggelar tradisi tahunan Bersih Desa yang berlangsung meriah dan penuh makna. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Jl. Brigjen Katamso RW 09 Desa Gedog sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, kesehatan, dan ketentraman yang diberikan, sekaligus upaya melestarikan budaya lokal.
Terpantau sejak pagi hari, warga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Lingkungan RW 09 dihiasi dengan berbagai dekorasi sederhana bernuansa tradisional, sementara masyarakat dari berbagai kalangan turut berpartisipasi—mulai dari anak-anak hingga orang tua. Suasana kebersamaan dan gotong royong begitu terasa, mencerminkan kuatnya nilai kekeluargaan di tengah masyarakat Gedog. Rangkaian acara dimulai pada Jumat, 17 April 2026, dengan kegiatan kenduri yang dilaksanakan di lingkungan RW 09 Gedog. Acara ini menjadi momen kebersamaan warga dalam berdoa dan memohon keselamatan. Selain itu, turut digelar bazar UMKM yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk mempromosikan dan menjual produk lokal, mulai dari kuliner tradisional hingga kerajinan tangan.
Pada malam harinya, suasana semakin khidmat dengan digelarnya Macapatan (Tembang Cilik) yang bertempat di Candi Gedog (Pepunden Mbah Joko Pangon). Lantunan tembang Jawa yang dibawakan dengan penuh penghayatan menciptakan nuansa sakral, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya leluhur. Kegiatan berlanjut pada Sabtu, 18 April 2026, dengan kembali menghadirkan bazar UMKM yang ramai dikunjungi warga. Acara semakin semarak dengan penampilan grup campursari Sekar Gadung yang dipimpin oleh Dalang Ki Minto Darsono, serta dimeriahkan oleh bintang tamu Cak Comet. Gelak tawa dan tepuk tangan warga mewarnai malam tersebut, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap hiburan rakyat. Kegiatan Bersih Desa tahun ini juga mendapat perhatian dari berbagai pihak. Acara ini turut dihadiri oleh Bapak Wali Kota Blitar, Bapak Bupati Blitar, Bapak Kapolres Blitar Kota, perwakilan Forkopimcam, perangkat kelurahan Gedog, serta berbagai tokoh masyarakat yang ikut menyaksikan jalannya kegiatan.
Sebagai penutup rangkaian Bersih Desa, pagelaran jaranan akan digelar pada tanggal 2 Mei 2026 di lingkungan RW 09 Gedog. Pertunjukan seni tradisional ini diperkirakan akan menjadi puncak kemeriahan acara, dengan menghadirkan nuansa khas budaya Jawa yang enerjik dan penuh daya tarik. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, pagelaran jaranan juga memiliki makna simbolis sebagai penolak bala serta doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan warga.
Ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan Bersih Desa ini memiliki tujuan utama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, melestarikan budaya (nguri-uri budaya), serta sebagai bentuk doa bersama untuk menolak bala dan memohon keselamatan bagi seluruh warga. Tradisi Bersih Desa Gedog sendiri merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dinantikan masyarakat. Selain memperkuat nilai spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat solidaritas, gotong royong, dan kebersamaan antarwarga yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Penulis : Ratna Dewi Prasetyowati
Narasumber : Bapak Kurdianto (Ketua Pelaksana)
Berita Populer
by Administrator | 06 Oct 2020
by Administrator | 06 Oct 2020
by Administrator | 06 Oct 2020
by Administrator | 06 Oct 2020
by Administrator | 15 Jul 2020
by Administrator | 06 Oct 2020